PENGERTIAN AKUMULATOR (AKI/ACCU)
“ Siapa yang tidak mengenal aki atau accu???
Setiap orang yang punya atau ngerti tentang kendaraan bermotor pasti tahu apa
itu aki? ”
Gambar
aki merk Nagoya
Akumulator atau sering disebut
aki dalam bahasa Indonesia merupakan sebuah alat yang dapat menyimpan energi
(umumnya energi listrik ) dalam bentuk energi kimia, contohnya baterai dan kapasitor.
(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Akumulator).
Akumulator (accu/aki) mengandung
1 (satu) atau lebih sel elektrokimia dimana reaksi kimia menciptakan
potensial listrik antara kedua terminal Akumulator (accu/aki) yang mana potensial
listriknya itu dapat diberi beban mengunakan alat-alat elektronik tertentu
sesuai dengan kapasitas dari Akumulator (accu/aki) tersebut.
Aki merupakan sel yang banyak kita jumpai
karena banyak digunakan pada sepeda motor maupun mobil. Aki temasuk sel
sekunder, karena selain menghasilkan arus listrik, aki juga dapat diisi arus
listrik kembali. secara sederhana aki merupakan sel yang terdiri dari elektrode
Pb sebagai anode dan PbO2 sebagai katode dengan elektrolit H2SO4. Standart Internasional dari 1 (satu) cell Akumulator
(accu/aki) memiliki tegangan sebesar 2 Volt. Jadi untuk dapat menghasilkan
tegangan 12 Volt Akumulator (accu/aki) harus memiliki 6 cell. Begitupun untuk Akumulator
(accu/aki) yang berkapasitas 24 Volt memiliki jumlah cell sebanyak 12
cell.
Terminal pada Akumulator (accu/aki)
terdiri dari terminal positif dan terminal negatif. Terminal Positif dari
Akumulator (accu/aki) menandakan bahwa terminal tersebut memiliki energi
potensial yang lebih tinggi daripada terminal negatifnya.
Elektrode
akumulator baik anode dan katode terbuat dari timbal (Cu) berpori, sedangkan
bagian utama akumulator sebagai berikut:
a. kutup positif (anode) terbuat
dari timbal dioksida (PbO2)
b. kutub negatif (katode) terbuat
dari timbal murni (Pb)
c. larutan elektrolit terbuat
dari asam sulfat (H2SO4) dengan kepekatan 30%.
Lempeng timbal dioksida dan
timbal murni disusun saling bersisipan akan membentuk satu pasang sel akumulator
yang saling berdekatan dan dipisahkan oleh bahan penyekat berupa isolator.
Beda potensial yang dihasilkan setiap satu sel akumulator 2 volt. Dalam
kehidupan sehari-hari, ada akumulator 12 volt yang digunakan untuk menghidupkan
starter mobil atau untuk menghidupkan lampu sein depan dan belakang mobil.
Akumulator 12 volt tersusun dari 6 pasang sel akumulator yang disusun seri.
Kemampuan akumulator dalam mengalirkan arus listrik disebut
kapasitas akumulator yang dinyatakan dengan satuan Ampere Hour (AH).
Kapasitas akumulator 50 AH artinya akumulator mampu mengalirkan arus
listrik 1 ampere yang dapat bertahan selama 50 jam tanpa pengisian kembali.
a.
Proses Pengosongan Akumulator
Pada saat akumulator digunakan,
terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik dan terjadi perubahan
anode, katode dan elektrolitnya. Pada anode terjadi perubahan yaitu timbal
dioksida (PbO2) menjadi timbal sulfat (PbSO4). Perubahan
yang terjadi pada katode adalah timbal murni (Pb) menjadi timbal sulfat (PbSO4).
Adapun pada larutan elektrolit terjadi perubahan, yaitu asam sulfat pekat
menjadi encer, karena pada pengosongan akumulator terbentuk air (H2O).
Susunan akumulator adalah sebagai berikut:
a. Kutub positif (anode) terbuat dari timbal
dioksida (PbO2).
b. Kutub negatif (katode) terbuat dari timbal
murni (Pb).
c. Larutan elektrolit terbuat dari asam
sulfat (H2SO4) dengan kepekatan 30%.
Gambar saat pemakaian akumulator (aki)
Ketika akumulator digunakan,
terjadi reaksi antara larutan elektrolit dengan timbal dioksida dan timbal
murni sehingga menghasilkan elektron dan air. Reaksi kimia pada akumulator
yang dikosongkan adalah sebagai berikut.
Pada elektrolit : H2SO4 → 2H+ + SO4–
Pada anode: PbO2 + 2H+ + 2e + H2SO4 → PbSO4+2H2O
Pada katode : Pb + SO4 –→ PbSO4
Pada saat akumulator digunakan,
baik anode maupun katode perlahan-lahan akan berubah menjadi timbal sulfat
(PbSO4). Jika hal itu terjadi, maka kedua kutubnya memiliki
potensial sama dan arus listrik berhenti mengalir. Terbentuknya air pada
reaksi kimia menyebabkan kepekatan asam sulfat berkurang, sehingga mengurangi
massa jenisnya. Keadaan ini dikatakan akumulator kosong (habis).
b.
Proses Pengisian Akumulator
Akumulator termasuk elemen
sekunder, sehingga setelah habis dapat diisi kembali. Pengisian akumulator
sering disebut penyetruman akumulator. Pada saat penyetruman akumulator terjadi
perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Perubahan yang terjadi pada
anode, yaitu timbal sulfat (PbSO4) berubah menjadi timbal
dioksida (PbO2). Perubahan pada anode, yaitu timbal sulfat (PbSO4)
berubah menjadi timbal murni (Pb). Kepekatan asam sulfat akan berubah dari
encer menjadi pekat, karena ketika akumulator disetrum terjadi penguapan air.
Bagaimanakah cara menyetrum
akumulator? Untuk menyetrum akumulator diperlukan sumber tegangan DC lain
yang memiliki beda potensial yang lebih besar. Misalnya akumulator 6 volt
kosong harus disetrum dengan sumber arus yang tegangannya lebih dari
6 volt. Kutub-kutub akumulator dihubungkan dengan kutub sumber tegangan.
Kutub positif sumber tegangan dihubungkan dengan kutub positif akumulator.
Adapun, kutub negatif sumber tegangan dihubungkan dengan kutub negatif
akumulator. Rangkaian ini menyebabkan aliran electron sumber tegangan DC
berlawanan dengan arah aliran elektron akumulator.
Elektron-elektron pada akumulator
dipaksa kembali ke elektrode akumulator semula, sehingga dapat membalik reaksi
kimia pada kedua elektrodenya. Agar hasil penyetruman akumulator lebih
baik, maka arus yang digunakan untuk mengisi kecil dan waktu pengisian
lama. Besarnya arus listrik diatur dengan reostat. Pada saat pengisian
terjadi penguapan asam sulfat, sehingga menambah kepekatan asam sulfat dan
permukaan asam sulfat turun. Oleh sebab itu, perlu ditambah air akumulator
kembali. Susunan akumulator yang akan disetrum (diisi) dalam keadaan
masih kosong, yaitu
a. kutub positif (anode) terbuat dari timbal
dioksida (PbSO4)
b. kutub negatif (katode) terbuat dari timbal
murni (Pb)
c. larutan elektrolit terbuat dari asam
sulfat (H2SO4) encer.
Gambar saat
pengisian akumulator (aki)
Reaksi kimia saat akumulator
diisi, yaitu
pada elektrolit : H2SO4 →2H+ + SO4–
pada anode : PbSO4 + SO4– +
2H2O→ PbO2 + 2H2SO4
pada katode: PbSO4 + 2H+ → Pb + H2SO4
Jadi, saat penyetruman akumulator
pada prinsipnya mengubah anode dan katode yang berupa timbal sulfat (PbSO4)
menjadi timbal dioksida (PbO2) dan timbal murni (Pb).
“Sekilas
itu lah pengertian aki/accu, semoga bermanfaat yaa…”
AGASI AKI
DISTRIBUTOR AKI MERK NAGOYA
CP : 085641761778